PENDIDIKAN STANDAR INTERNASIONAL
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.
Kualitas pendidikan akan sangat menentukan kualitas SDM yang dicetaknya. Dijaman yang serba maju ini sudah saatnya untuk memiliki jenis sekolah yang berstandar internasional untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi. Beberapa tahun ini Kabupaten Sragen, yang terkenal dengan reformasi birokrasi dan inovasi pemerintahannnya telah melakukan gebrakan baru dalam bidang pendidikan, yaitu dengan membangun sekolah yang berstandar internasional. Sesuai dengan Visi menjadi Kabupaten yang cerdas dengan mewujudkan manusia yang unggul produktif dan berdaya saing, Bupati Sragen Untung Wiyono sangat bersemangat sekali untuk mewujudkan sekolah tersebut. Salah satu tujuan pembangunan tersebut adalah upaya untuk mencetak SDM yang unggul dan berdaya saing, berwawasan global namun berkepribadian bangsa. Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (SNBI) ini bertempat didaerah Kroyo Kecamatan Karangmalang Sragen. Pembangunan sekolah ini sudah dilakukan secara bertahap mulai tahun 2004. Dalam pelaksaaannya mengacu pada peningkatan kualitas lokal yang distandarkan dengan kualitas internasional. Bahasa pengantar sehari-hari dalam pembelajaran adalah bilingual education ( Indonesia Inggris ). SNBI tetap memenuhi kurikulum standar nasional namun lebih dikembangkan dan diaplikasikan serta dikemas berwawasan internasional. Siswa dirangsang untuk selalu aktif kreatif dan inovatif seperti anak-anak di negara maju. Apakah yang membedakan SNBI dengan sekolah-sekolah lainnya? SNBI mempunyai kemasan khusus dalam menerapkan kurikulumnya. Siswa tidak hanya diberi teori saja melainkan lebih diajak untuk berinteraktif dengan lingkungan dan masyarakat. Sebagai contoh dalam pelajaran IPA, siswa diajak langsung berinteraksi dengan alam. Aplikasi antara mata pelajaran juga lebih dipertajam. Misal dalam pelajaran matematika diaplikasikan dengan pertanian, siswa diajak langsung menghitung jarak antar pohon. Sejak awal siswa diberi pengertian bahwa pelajaran satu dengan lainnya akan saling berkaitan, sehingga akan merangsang siswa untuk lebih berpikir dan lebih kreatif inovatif. Selain program intrakulikuler, SNBI juga melak sanakan kegiatan ekstrakulikuler dan program pembinaan. Kegiatan ektrakulikuler yang disediakan berupa drum band, ensamble musik, pramuka, ketrampilan wirausaha dan karawitan. Selain itu SNBI juga mengembangkan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), yang dilaksanakan secara seimbang. Fasilitas yang dimiliki oleh SNBI meski belum terealisasi secara penuh, namun sudah cukup lengkap dan memenuhi standar pendidikan yang bertaraf internasional. Untuk fasilitas gedung misalnya, sudah sangat representative, dengan dilengkapi fasilitas belajar multimedia, ruang kelas yang cukup nyaman, perpustakaan, gedung olah raga, unit kesehatan sekolah beserta dokternya, ruang makan, ruang ibadah, laboratorium bahasa / IPA / Matematika, kantin sekolah yang sehat, loker tas dan perlengkapan siswa yang lengkap, ruang psikologi bagi siswa, serta tempat parkir lengkap dengan security-nya. Selain fasilitas fisik yang representatip, tenaga pengajar juga telah dipersiapkan dengan matang. Tenaga pengajar disini harus fasih berbahasa inggris, memahami karakter anak. Tenaga pengajar di SNBI senantiasa meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti workshop-worshop pendidikan. Menurut General Manager SNBI, Tri Andiyas, SNBI mempunyai konsultan tetap dari Pelita Jakarta, Ibu Virna Angelia. Saat ini SNBI telah memiliki tenaga pengajar sebanyak 37 orang dan office boy sebanyak 11 orang. Untuk mendapatkan mutu siswa yang bagus, SNBI mengadakan seleksi bagi calon siswa TK (usia minimal 4 orang) dan SD (usia minimal 6 orang). Daya tampung untuk TK ada 3 kelas (setiap kelas 20 anak) sedang SD 3 kelas (setiap kelas 24 anak). Materi test yang diberikan untuk TK berupa test kemampuan verbal, test kesehatan, test keberanian dan wawancara dengan wali murid. Sedang bagi SD materi test berupa test kemampuan verbal, test kesehatan, test psikologi, membaca kalimat pendek dan membaca angka. Dalam usianya yang masih muda ini SNBI Kroyo terus meningkatkan kualitasnya, dengan harapan dapat mencetak tunas-tunas muda penerus pembangun bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi. Sumber : Bagian Humas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar